Teknik Bercinta Kuno Berumur Ribuan Tahun

Berhubungan seks bukanlah sebuah cara bagaimana kita bisa memuaskan diri, namun sebaliknya berhubungan seks adalah cara bagaimana kita dapat membagi kenikmatan yang kita rasakan tersebut kepada pasangan bercinta.


Tahukah anda bahwa kini telah ditemukan sekitar ratusan teknik bercinta yang dapat digunakan oleh pasangan untuk memuaskan hasrat bercinta antara dua insan yang saling memerlukan tempat pelampiasan secara biologis ini.

Diantara ratusan teknik bercinta yang kini telah ada, terdapat 2 teknik bercinta yang sangat digemari dari dulu hingga sekarang. Teknik bercinta ini telah berumur ribuan tahun dan terbukti mampu membagi kenikmatan yang memuaskan bagi kedua pasangan bercinta. Teknik ini dinamakan:

1. Mutual Masturbation

Merupakan sebuah cara untuk memuaskan pasangan dengan cara bergantian memberikan rangsangan antara satu sama lain. Hal ini memerlukan komunikasi dengan pasangan, bagaimana cara masturbasi yang disukainya dan dimana letak titik sensitifnya yang ingin mendapatkan sentuhan dari kita. Diperlukan sebuah kesepakan jika salah satu telah mendapatkan sebuah kepuasan dan berhasil ejakulasi maka gilirannya untuk memuaskan pasangannya.

2. Seks Oral

Seks oral terkadang dapat menjadi hidangan ranjang yang sangat nikmat untuk dicoba, seks oral ini terdiri dari 2 macam, yaitu:
  • Fellatio adalah seks oral yang dilakukan wanita kepada laki - laki, teknik dan cara yang harus dilakukan cukup sederhana yaitu dengan mengulum penis sang laki - laki, meski demikian seorang wanita memerlukan keahlian khusus untuk melakukan ini, jika tidak maka hal ini justru dapat menyakiti pasangan laki - lakinya. Untuk teknik melakukan Fellatio yang baik silahkan klik disini.
  • Cunnilingus adalah seks oral dimana laki - laki berperan sebagai pemuas wanita secara oralisme. Laki - laki memberikan rangsangan penuh ke area kewanitaan dengan bibir atau lidahnya. Klitoris merupakan titik kenikmatan wanita saat yang selalu ingin disentuh lidah atau bibir seorang pria ketika melakukan Cunnilingus.

Arsip Blog