Asal Komentar, Olga Dilaporkan Ke KPI

Presenter dan komedian Olga Syahputra dilaporkan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) gara - gara lawakannya di acara ulang tahun salah satu stasiun televisi swasta kemarin. Dalam lawakan tersebut, Olga berperan sebagai hantu bersama rekannya, Sule. Olga pun ditanya, mengapa dirinya meninggal. "Lo mati kenapa?", tanya sule dalam tayangan tersebut. "Matinya sepele, diperkosa supir angkot," ujar Olga disusul tertawaan para penonton.


Sekelompok orang rupanya tidak terima dengan dengan lawakan tersebut. Helga Worotitjan selaku survivor Lentera ( grup korban pelecehan seksual ) pun menerima laporan dari banyak pihak soal lawakan tersebut. "Tadi malam saya mendapat laporan bahwa di sebuah tayangan live, ada pernyataan dari publik figur, dia pelawak yang pernyataannya sangat menyinggung dan menyakiti.

Disitu ada pernyataan kenapa dia perannya hantu. "Meninggalnya kenapa? Sepele, diperkosa supir angkot," ujar Helga saat ditemui di kantor KPI, Harmoni, Jakarta Pusat. Helga menilai lawakan yang disajikan Olga menyinggung para korban pemerkosaan. Helga menilai, hal itu bukanlah hal sepele.

"Pernyataan - pernyataan ini akan menggiring opini publik, bahwa pemerkosaan jadi hal yang tidak serius. Seolah perkosaan itu bukan hal yang dipedulikan, bahwa itu hal - hal yang di lucu -lucui," paparnya.

Helga menyayangkan acara tersebut ditayangkan pada jam yang masih ditonton anak - anak. "Ini juga ditonton anak - anak. Ini sangat tidak mendidik masyarakat dan anak - anak dibawah umur," paparnya. Meski sudah melaporkan Olga ke KPI, Helga tak mau melaporkan Olga ke polisi. Ia mengaku hanya ingin memperingatkan Olga agar lebih cerdas dalam melawak.

"Karena kejadian lewat televisi swasta, jadi saya pikir disini tempatnya (Komisi Penyiaran Indonesia). Saya harus mengadukan lawakan Olga melalui KPI," ujarnya. Helga mengaku, tak memiliki dendam atas ucapan Olga. Namun, ia meminta agar Olga tidak mengulangi kesalahannya lagi.

"Enggak perlu ke polisi, saya percaya Olga tidak jahat, dia hanya perlu tahu dan dikasih tahu. Saya bukan tipe orang yang senang dia tidak banyak job lagi," katanya. Helga malah berharap setelah ada berita ini, Olga kebanjiran Job. "Tapi dengan syarat, memperbaiki lawakannya dan mengingatkan pelawak lain untuk tidak melakukan hal yang sama.

Saya mau dia teredukasi, mungkin kami pernah jadi korban , tapi kami bukan pendendam," jelasnya. Hingga berita ini diturunkan, belum bisa menghubungi Olga untuk diminta komentarnya soal pernyataan dan pengaduan atas dirinya ke KPI.

Arsip Blog