Belajar Menjaga Amanah ala Dahlan Iskan


Gonjang-ganjing siapa sosok terbaru yang menakhodai Perusahaan Listrik Negara mulai terkuak. Mantan Direktur Utama Dahlan Iskan akan segera mengumumkannya ke publik mulai pekan depan. "Selasa akan segera kita umumkan, saya sudah kantongi satu nama," ujarnya di gedung BUMN, Jumat, 21 Oktober 2011.
Dahlan Iskan, saat mengemudikan mobil sendiri
Dahlan Iskan, saat mengemudikan mobil sendiri
Menurutnya, jabatan kosong Direktur Utama PLN harus segera terisi. Sebab, bila hal itu tetap dibiarkan, dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas internal PLN yang berakibat mengganggu pelayanan masyarakat. "Supaya jangan masuk angin," ujarnya. Bahkan bila hal itu tetap berlangsung, ia khawatir akan menjadi ajang rebutan kepentingan kelompok tertentu. "Ya, begitulah," ujarnya. "Nanti takutnya terlalu banyak yang ingin jadi Dirut PLN dan terlalu banyak pula yang tidak mengerti ingin menjadi Dirut PLN."
Saat ini, pemerintah tengah mencari siapa sosok yang tepat sebagai pengganti dirinya setelah ditarik menjadi Menteri BUMN Selasa kemarin. Beberapa waktu lalu, Dahlan pernah mengutarakan bahwa kelak pengganti dirinya diharapkan dari direksi internal PLN. Namun hingga kini, bos besar jaringan media Jawa Pos itu masih enggan menyebutkannya ke publik.
Ia beranggapan, selama dua tahun memimpin perusahaan listrik pelat merah itu, jajaran direksi sudah mengetahui rencana panjang yang direncanakannya. "Kalau dari dalam, mereka sudah mengetahui Rodmap menuju 2012, begitu juga menuju akhir 2014, mereka sudah tahu, sudah mendarah daging," ujarnya.
Dengan usulan itu, Dahlan mengingatkan bahwa kecil kemungkinan calon Direktur Utama PLN dari luar. Jadi, bagi calon yang tengah berusaha mencari dukungan, agar mengurungkan niatnya saja. "Kan kasihan juga, sementara sebetulnya peluang itu kecil," ungkapnya.
Bahkan pemilik kelompok usaha Jawa Pos ini mengklaim rencana mempromosikan orang dalam jajaran direksi PLN sudah mendapatkan persetujuan Presiden dan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. "Saya sudah bicara dan dapat kesimpulan, memang calonnya harus dari dalam," ujarnya.
Setelah ditinggalkan dirinya, hingga kini jabatan Direktur Utama PLN masih lowong. Saat ditanya apa kendala utama PLN ke depannya, ia mengklaim tidak ada kendala berarti, sehingga roda PLN yang ditinggalkan itu dalam trek yang tepat. Begitu pun saat ditanya gebrakan yang akan dilakukan di Kementerian BUMN, ia hanya menyatakan hingga kini ia tengah fokus pada pekerjaan terdekat yang belum sempat diselesaikan Menteri BUMN terdahulu. "Kita dengar dulu apa keinginannya Presiden, begitu pun DPR maunya seperti apa," ujarnya.
Teladan pejabat seperti ini sepertinya wajib dicontoh oleh para pejabat pemerintah juga para wakil rakyat kita di DPR dan DPRD, yang kebanyakan berperilaku sebaliknya. Saat ini rakyat menunggu hasil nyata keberadaan Anda di jabatan tersebut, oleh karenanya jangankah berpikir belum lakukan apa-apa sudah menuntut fasilitas dan merancang anggaran untuk operasional kerja melulu, malu dong!! 

Arsip Blog